Desakoe Masih Tetap Tersenyum……![*]
Oleh : Indra Nurul Hayat[†]
Aku merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang kebetulan laki-laki semua, aku lahir bukan ditempat sekarang ini aku berdomisili tetapi aku berhak menetap disini karena ayahku asli orang sini tepatnya Desa/Kelurahan Margadadi Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu Provinsi jawa barat Negara Republik Indonesia. Supaya pembaca tidak penasaran juga, akan aku sebutkan tempat lahirku, aku dilahirkan di Dusun Utel Desa Cane Uken Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo lues (dulunya Kabupaten Aceh Tenggara) Provinsi Aceh Negara Republik Indonesia. Kenapa aku lahir di Aceh sedangkan aku sekarang berdomisili di Indramayu ?, karena Ibuku asli orang Aceh dan ayah menikahi ibuku di Aceh, lalu aku lahir disana, begitu juga dengan adiku semua dilahirkan di Aceh, semoga pembaca mengerti.
Tentang desaku haruslah semua tahu, aku tidak akan menceritakan sejarah desa kelahiranku karena aku terlalu sulit untuk mencari referensi yang kuat. Mungkin aku hanya bisa menceritakan desa dimana tempat aku tinggal sekarang yaitu Desa Margadadi, walaupun Margadadi bukan tempat kelahiranku tetapi aku yakin desa Margadadi masih tetap bisa tersenyum ketika aku menceritakan asalmulanya.
Awalnya aku tak tahu sama sekali tentang desa Margadadi karena bisa dibilang belum terlalu lama aku menetap di Indramayu jika dihitung sampai tahun 2012 sudah 13 tahun aku menetap di Indramayu, itu juga dikurangi 6 tahun aku mencari ilmu dipondok Buntet Pesantren Cirebon, jadi hitungannya baru 7 tahun di Indramayu. Penghitunganku menetap di Indramayu mungkin menurut anda sudah lama tetapi menurutku baru sebentar, justru itu aku masih perlu banyak beradaptasi dengan masyarakat Indramayu. Lanjut cerita, barulah setelah aku sempat bertanya kepada ayahku yang kebetulan tahu tentang Margadadi karena sejak kecil sudah menetap dan lahir di Indramayu, berdasarkan referensi dari ayah mengatakan bahwa margadadi adalah pemekaran dari desa Paoman sekitar tahun 86-an dan di desa Paoman ada Margasari (daerah Randu Gede), karena itu setelah pemekaran diberinama Margadadi yang merupakan Marga berarti warga dan dadi artinya baru jadi. Desa Margadadi kemudian menjadi Kelurahan Margadadi sebagai pusat inti dari Kecamatan Indramayu. Itulah yang dapat aku ketahui tentang asalmula Kelurahan Margadadi tapi aku tidak asal.
Ada yang ketinggalan yang harus aku kasihtahu juga kepada pembaca, Desa/Kelurahan Margadadi terletak di pusat Kota Indramayu yang bertetanggaan langsung dengan Desa/Kelurahan Lemah Abang, Paoman, dan karangsong.
Jumlah desa di Kecamatan Indramayu ada 18 Desa berdasarkan data sampai tahun 2010 dan dibawah ini nama-nama desa yang terdapat di Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, yaitu :
TAHUN 2008 - 2010
| |
NO.
|
NAMA DESA
|
1
|
TELUKAGUNG
|
2
|
PLUMBON
|
3
|
DUKUH
|
4
|
PEKANDANGAN JAYA
|
5
|
SINGARAJA
|
6
|
SINGAJAYA
|
7
|
PEKANDANGAN
|
8
|
BOJONGSARI
|
9
|
KEPANDEAN
|
10
|
KARANGMALANG
|
11
|
KARANGANYAR
|
12
|
LEMAHMEKAR
|
13
|
LEMAHABANG
|
14
|
MARGADADI
|
15
|
PAOMAN
|
16
|
KARANGSONG
|
17
|
PABEANUDIK
|
18
|
TAMBAK
|
"Saya adalah mahasiswa Semester VI Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu. blog ini dibuat sebagai tugas pada mata kuliah Teknologi Informasi & Komputer. semoga blog ini bisa memberikan manfaat dan informasi kepada para pengunjungnya."
[*] tulisan ini dipersembahkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi dan Informatika dalam Ujian Akhir Semester VI Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu
[†] Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu Semester VI Reguler Kelas B.

